NACE-0175 requirement for CS

Posted: Februari 3, 2011 in Korosi

Berikut ini adalah beberapa kriteria CS yang bersesuaian dengan NACE-0175

Manufacture

  • Logam (CS) harus “fully killed” (pada procesnya dilakukan pengambilang sulfur dan pospor) dan “fine grained” (butirnya halus).
  • Proses pembuatan logam tersebut harus dilakukan dengan cara basic oxygen furnace (BOF) dan atau electro furnace.
  • Logam memiliki kandungan sulfur dan phosporous yang rendah. Biasanya dilakukan dengan refining process atau vacum degassed.
  • Tambahkan calcium untuk mengurangi kadar phosporous dan sulfur (ini juga di kategorikan sebagai fully killed steel).
  • Lakukan special treatment untuk mengurangi inclusion dari aluminium oxide, slilicate dan magnesium sulphide.

Manufacturer harus berhati hati dalam mengkontrol process rolling dan heat treatment sehingga process tersebut dapat mengeleminasi transformasi microtructure pada temperature rendah yang diikuti dengan segregasi seperti bainite band atau islets dari martensite yang bertujuan untuk mengurangi propagasi HIC.

Berikut ini adalah beberapa testing yang dibutuhkan yang berelevansi dengan code (NACE 0175). Pengujian ini haruslah bersertifikasi dan memiliki saksi dalam pengujiannya.

A. HIC Testing

Bentuk, dimensi benda uji harus sesuai dengan NACE TM 02-84.

Pengujian dilakukan pada 3 buah spesimen uji. Pengujian dilakukan sesuai dengan NACE TM 02-84. Berikut ini adalah kriteria dari spesimen lulus uji.

  • Crack Sensitive Ratio (CSR) ≤ 0.009%
  • Crack Length Ratio (CLR) ≤ 0.009%

B. Sulphide Stress Corrosion

Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan Metode NACE TM 01-77. Kriteria lulus uji pada spesimen adalah:

  • 72% SMYS, dengan waktu kegagalan tidak lebih dari 720 jam.

C. Hardness Test

Setiap produk akhir harus dilakukan pengujian kekerasan yang bersesuaian dengan ASTM E 18 dan ASTM E 92. Batasan dari harga kekerasan pada produk carbon steel adalah 22 HRC.

D. Micro Harness Test

Pengujian ini dilakukan dengan metode ASTM E 45. Untuk mengkontrol inclusion maka lakukanlah calcium treatment. Ingat, pada CS tidak boleh teradapat manganse sulphide  inclusion.

E. Chemical Analysis

Produk yang telah selesai harus dilakukan test secara kimiawi untuk mengetahui komposisi kimiawinya.

Untuk karbon equivalen kadar carbonnya tidak lebih dari 0.04% CE. Formula yang digunakan adalah sebagai berikut:

CE = C + Mn/6 + Cr+Mo+V/5 + Ni+CU/15

Untuk karbon murni, maka kadar karbon haruslah tidak lebih dari 0.21% C. Formula yang digunakan adalah:

C = Si/30+ Mn+Cu+Cr/20 + Ni/60 + Mo/15 + V/10 + 5B

F. Ultrasonic Testing

Pengujian harus dilakukan pada benda dengan ketebalan 12.7 mm dan lebih bersesuaian dengan ASTM A587 level II. Tidak diperkenankan untuk repair welding.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s